Tips Membuat Portofolio

Tips membuat portofolio yang baik dan menarik harus diindahkan untuk meningkatkan peluang Anda diterima di perusahaan tersebut.

Pihak perusahaan akan semakin percaya dan yakin untuk memperkerjakan karyawan baru di perusahaan manakala terdapat dokumen portofolio kerja.

Sayangnya, masih banyak para pelamar kerja yang hanya menyertakan CV serta surat lamaran kerja saja.

Padahal dua dokumen tersebut belum cukup untuk membuat perusahaan tertarik pada jobseeker.

Adanya portofolio, segala bentuk report atau laporan kinerja serta prestasi di perusahaan sebelumnya dapat ditelaah dan menjadi bahan pertimbangan.

Keberadaan portofolio kerja untuk kebutuhan surat lamaran pastinya harus dilengkapi dengan surat keterangan kerja agar tidak terkesan mengada-ada.

Contoh surat keterangan kerja yang benar adalah memiliki tingkat keabsahan dan validitas sebagai bukti bahwa Anda pernah bekerja di perusahaan tersebut.

Apa itu portofolio kerja?

Portofolio kerja merupakan salah satu dokumen penting yang berisikan laporan tentang kumpulan hasil kinerja yang pernah diraih.

Surat tersebut berisikan pernyataan tertulis tentang hasil karya dan kinerja selama berkecimpung di bidang usaha sebelumnya.

Itulah alasan mengapa seseorang sebaiknya mencari lowongan pekerjaan yang sejalan dengan profesinya dahulu.

Keberadaan dokumen portofolio sangat membantu untuk mendapatkan posisi yang bagus.

Dokumen portofolio kerja ini nantinya akan dilampirkan bersamaan dengan surat lamaran kerja serta surat pengunduran diri dari perusahaan yang lama.

Tujuannya sebagai bukti konkret bahwa Anda sudah lepas dari perusahaan sebelumnya.

Isi portofolio

Isi portofolio yang disampaikan harus dapat mewakili hasil kinerja Anda selama ini.

Bagian yang paling utama dari format portofolio adalah tentang riwayat pendidikan, pelatihan, serta deretan seminar yang pernah diikuti.

Bagian ini harus disampaikan secara representative dan semenarik mungkin.

Selanjutnya, barulah Anda gambarkan secara detail tentang hasil karya serta deretan prestasi dari kinerja selama ini.

Urutkan berdasarkan waktu dan relevansi dari hasil karya tersebut.

Jangan ragu untuk menyajikannya dalam bentuk dan desain yang menarik.

Terpenting, jika ada hal yang ingin sekali ditonjolkan, tampilkan dalam sebuah layout yang berbeda.

Jika terdapat hasil karya yang tertuang dalam bentuk video atau foto, cukup jelaskan dalam bentuk review saja di lembar portofolio.

Gambarkan dengan baik dan menarik agar pihak HRD bisa memahaminya.

Tips membuat portofolio agar lolos seleksi tidak selamanya harus ditampilkan secara hard file.

Jika Anda melamar kerja secara online, tampilkan portofolio kerja dalam bentuk digital dalam desain dan warna yang menarik.

Contoh Porfolio Karya

Portfolio ada banyak jenis, apalagi jika Anda pekerja seni tentu berbeda dengan portofolio profesi lain.

Berikut ini adalah beberapa contoh portofolio di berbagai jenis bidang:

1. Bidang Umum (Kantoran)

Tampilan portofolio untuk pekerja profesional kantoran seperti cv atau resume. Contohnya seperti berikut:

 

contoh portolio kerja profesional
contoh portolio kerja profesional (DayJob.com)

2. Portofolio Profesi Marketing

Sama seperti sebelumnya, tampilannya sangat simple cukup tulis pencapaian Anda terakhir dan posisi apa yang Anda jabat sebelumnya.

contoh portofolio bagian marketing 2
contoh portofolio bagian marketing (Velvet Jobs)

3. Portofolio Designer

Berbeda dengan portofolio pekerja seni, harus membuat portofolio yang elegan.

Adapun yang cocok denganĀ style ini adalah profesional profesi:

  1. Graphic Designer
  2. Illustrator
  3. UI Designer
  4. UX Designer
  5. Icon Designer
  6. dll
contoh portofolio designer
contoh portofolio designer (template.net)

Fungsi Portofolio

Salah satu fungsi utama dari portofolio adalah tak lain sebagai media promosi diri saat melamar pekerjaan.

Perusahaan akan melihat latar belakang Anda mulai dari pengalaman kerja, pengalaman dalam berorganisasi, serta pengalaman dalam bersosialiasi atau berkomunitas.

Dalam mencantumkan tulisan, tidak perlu terlalu panjang, detail, ataupun bertele-tele.

Cukup sampaikan hal-hal yang penting dan berkesan dalam hidup selama bekerja di perusahaan sebelumnya.

Laporan portofolio juga menjadi salah satu alat yang mampu menggaet rekan bisnis untuk bekerjasama.

Konteks ini berlaku manakala dokumen tersebut digunakan untuk media promosi perusahaan dalam rangka mencari klien.

Jika berkeinginan untuk mengembangkan sebuah proyek terutama freelance berjangka panjang, Anda bisa mengandalkan portofolio sebagai media pemasaran yang ampuh.

Bagaimana jika belum punya pengalaman kerja?

Dilema sering muncul saat mencoba untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan.

Terutama para fresh graduate yang sama sekali tidak memiliki pengalaman bekerja secara real.

Mereka hanya dibekali pengalaman magang atau KKN selama menjalani masa perkuliahan.

Belum lagi persaingan yang semakin ketat di dunia kerja.

Alhasil, hanya CV dan surat lamaran kerja saja yang dilampirkan.

Tidak ada lembar portofolio yang bisa disampaikan.

Namun, Anda harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Masih banyak hal yang bisa ditonjolkan guna menarik hati perusahaan agar mau menerima Anda.

Selain menyampaikan alasan melamar pekerjaan yang tepat dan percaya, ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para fresh graduate agar usahanya tidak sia-sia.

Berikut ini ulasan singkat tentang tips ampuh tersebut:

1. Sampaikan skill yang dimiliki

Salah satu faktor penentu keberhasilan ialah menyampaikan secara garis besar tentang skill Anda yang jarang orang lain memilikinya.

Tulis di lampiran CV mengenai skill atau kemampuan tersebut.

Salah satu skill yang bisa dipromosikan yaitu kemampuan verbal seperti mampu menguasai berbagai bahasa asing dan memiliki public speaking yang bagus.

2. Ceritakan pengalaman organisasi

Tips membuat portofolio sebagai pintu gerbang keberhasilan hanya berlaku bagi mereka yang memiliki pengalaman kerja sebelumnya.

Kenyataan ini sangat berbeda bagi para sarjana muda karena mereka masih nol pengalaman.

Salah satu daya tarik perusahaan bagi fresh graduate selain prestasi akademik adalah pengalaman organisasi.

Sampaikan secara gamblang mengenai sepak terjang Anda di ranah organisasi yang pernah diikuti baik di kampus ataupun di luar kampus.

Tonjolkan hasil kinerja serta kemampuan kerjasama dalam sebuah tim selama menggeluti organisasi tersebut.

3. Kirim lamaran dengan posisi yang sesuai dengan jurusan yang diambil

Tips terakhir yang harus diperhatikan para fresh graduate adalah mengirim lamaran di perusahaan yang sesuai dengan bidang atau jurusan perkuliahan.

Jika Anda seorang lulusan Sarjana Akuntan, jangan sekali-kali untuk melamar di rumah sakit sebagai tenaga medis.

Namun, ajukan posisi lain yang masih sejalan seperti bagian keuangan atau administrasi.

Leave a Reply