Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan dapat digunakan sebagai acuan umum bagi anggota perusahaan yang bisa dipakai untuk mengetahui peristiwa di perusahaan tersebut.

Budaya perusahaan ini bisa menjadi cerminan bagi perusahaan apakah akan dinilai baik atau buruk. Biasanya partner kerja akan mengajak kerjasama dengan perusahaan yang memiliki budaya disiplin.

Apa Pengertian Budaya Perusahaan itu?

Corporate culture merupakan kepercayaan, keyakinan, nilai dan norma bersama yang bisa menjadi ciri khas dari perusahaan tersebut. Nah selanjutnya nilai tersebut akan diikuti oleh anggota perusahaan.

Budaya dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam berbisnis. Hal ini dikarenakan budaya pada awalnya berakar pada tujuan pendekatan perusahaan dengan tenaga kerja, strategi, komunitas yang luas dan investor.

Adapun konsep yang terkait dengan budaya perusahaan adalah konsep yang terkait dengan etika perusahaan dan jika citra perusahaan. Etika perusahaan mencakup nilai-nilai perusahaan. Sedangkan Citra menyangkut persepsi publik pada perusahaan.

Contoh Budaya Perusahaan

contoh budaya perusahaan

Berikut ini beberapa contoh Budaya perusahaan kerja yang positif yang bisa kamu ketahui:

1. Lingkungan kerja yang tergolong produktif

Jika karyawan merasa nyaman di kantor hal ini menunjukkan bahwa kantor tersebut produktif. Sebaliknya jika suasana aktor penuh kecemasan tentunya karyawan akan takut dan tidak nyaman di kantor.

2. Komunikasi yang jujur dan terbuka

Komunikasi yang jujur perlu ditanamkan sehingga tidak adanya penyelewengan. Kejujuran memang suatu hal yang sering orang mengabaikan karena adanya hal yang lain.

3. Suasana kerja yang seru

Bekerja memang harus serius tapi kadang juga perlu rileks untuk melonggarkan otot dan otak agar tidak penat. Untuk sesekali bisa juga bercanda dan tertawa berbarengan tim dalam kondisi dns waktu yang tepat.

4. Terdapat motivasi dan penghargaan bagi karyawan yang teladan

Bagi karyawan yang sudah memberikan nama baik pada perusahaan dengan kerja kerasnya perlu juga memberikan bonus, promosi ataupun sertifikat dan hadiah lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk memotivasi karyawan yang lainnya.

5. Melakukan kerjasama dengan penuh tanggung jawab

Kompetisi untuk mencapai suatu kedudukan atau kesuksesan memang hal yang wajar. Tapi cara mendapatkannya juga harus wajar agar kerjasama sesama karyawan bisa kompak.

Faktor Budaya Perusahaan

Berikut ini adalah faktor atau unsur-unsur dalam budaya perusahaan:

  • Nilai
  • Kepercayaan
  • Perilaku
  • Keadaan yang penting
  • Pedoman menyeleksi
  • Pola yang dipandu oleh norma
  • Efektivitas
  • Kejujuran
  • Terbuka dan tulus
  • Tujuan kinerja yang cukup tinggi
  • Percaya diri dan keikutsertaan

Jenis-Jenis Budaya Perusahaan

jenis budaya perusahaan

Berikut ini adalah macam-macam budaya di perusahaan:

1. Adhocracy culture

Budaya perusahaan yang berada pada kreativitas dan energi. Setiap karyawan bisa menyelesaikan tantangan dan pemimpinnya sebagai inovatornya. Nilai utama yang dianut ini didasarkan pada perubahan yang ada.

Salah satu hal yang bisa nhatauka masyarakat seperti eksperimen yang dapat diikuti dengan kebebasan lain. Contoh perusahaan yang menganut budaya seperti ini adalah Facebook.

2. Clan culture

Kembali pada kata klan berarti koloni atau kelompok. Perusahaan yang menganut budaya ini menjadikan setiap anggota perusahaan adalah kesatuan yang akan terlibat satu dan yang lainnya.

Budaya perusahaan ini menganut etika komunikasi teamwork, kesepakatan dan komitmen. Pemimpin yang menganut budaya ini berbunyi mentorship.

3. Hierarchical culture

Budaya perusahaan yang sangat dipengaruhi oleh kontol dari atasan, aturan dan struktur dari perusahaan. Adanya pengawasan yang dan juga pemantauan karyawan tergolong hal yang penting.

Hal tersebut dilakukan agar produktivitas semakin banyak dan karyawan semakin sukses untuk mendapat keuntungan bagi perusahaan. Perusahaan yang memiliki aturan dan kebijakan formal bisa mencapai stabilitas.

4. Market culture

Dari 4 jenis budaya yang sudah disebutkan sebelumnya budaya inilah yang tergolong agresif. Market culture dapat dianggap sebagai budaya penghambat kerja.

Budaya kerja ini menanamkan aspek kompetitif tidak hanya pada industri saja tapi antar karyawan dalam satu perusahaan. Karyawan dapat dituntut untuk bisa mengerjakan hal yang sulit.

Performa karyawan yang akan menentukan apakah mereka akan dihukum atau diberi bonus. Adanya penekanan performa bertujuan untuk memotivasi karyawan.

Tapi hal tersebut justru akan menimbulkan persaingan yang kurang sportif. Pada akhirnya sesama karyawan akan saling menjatuhkan untuk bisa mendapatkan kedudukan yang diinginkan.

Bagaimana Budaya Perusahaan Bisa Terbentuk

cara budaya perusahaan terbentuk

Budaya perusahaan dapat terbentuk dikarenakan pengaruh yang cukup signifikan dari pemimpin perusahaan pada awalnya. Budaya tersebut dibangun agar bisa mencapai tujuan.

Adapun tujuannya yaitu visi dan misi yang tercapai sebagai tanda kesuksesan dari perusahaan. Jika tidak ada tujuan untuk pencapain visi dan misi maka perusahaan tidak akan maju dan lebih mudah untuk digusur.

Selain itu tanpa adanya tujuan jika perusahaan tidak akan terstruktur. Perkembangan budaya bisa berkembang seiring dengan perkembangan bisnis. Adanya eksekutif yang batu juga bisa membawa perubahan pada budaya perusahaan.

Terkadang ada juga eksekutif baru yang membawa perubahan yang berbeda dengan pendiri perusahaan yang terpenting bernilai positif untuk perusahaan dan karyawannya.

Budaya perusahaan berbeda – beda antara satu perusahaan dengan yang lainnya. Ada perusahaan yang lebih birokratis dan ada juga yang lebih fleksibel.

Terdapat perusahaan yang menyelesaikan konflik dengan hierarki dan diam-diam. Ada juga perusahaan yang menyelesaikan konflik dengan menciptakan konsensus.

Lambat laun budaya dan sistem yang mapan. Tidak ada pengaruhnya bagi karyawan uang meninggalkan perusahaan maupun yang baru masuk.

Walaupun budaya sudah ditetapkan tapi budaya bisa juga berubah seiring dengan waktu. Jadi budaya perusahaan bisa dikatakan fleksibel. Seperti halnya eksekutif yang mengejar adanya perubahan radikal karena rahana perusahaan untuk bisa beradaptasi.

Perusahaan harus bisa beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang dinamis bukan statis. Jadi budaya bisa berubah mengikuti arahan dari perusahaan. Adanya perubahan lingkungan yag baru ini bisa mebgenbanhakn budaya batu yang lebih tepat.

Budaya perusahaan bukanlah suatu hal paten dan tidak dapat diubah – ubah. Tapi budaya perusahaan dapat beralih ke budaya baru yang lebih tepat bagi perusahaan. Jadi perubahan tidaklah masalah yang terpenting tercapai tujuannya.

Leave a Reply