Apa Itu Appraisal?

Appraisal adalah salah satu istilah yang sering digunakan saat seseorang berurusan dengan pihak tertentu untuk melakukan KPR maupun kredit multiguna. Bagi kamu yang pernah melakukan pinjaman kepada bank, tentu istilah ini akan sangat familiar.

Sejatinya, ketika kamu berkeinginan melakukan kredit atau pinjaman tertentu pada pihak bank, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Salah satunya adalah soal agunan yang akan diajukan. Agunan ini kemudian akan ditentukan taksiran harganya.

Penaksiran harga yang dilakukan tentu bukan sembarang. Terdapat pihak ketiga yang memang sudah ahli di bidangnya untuk melakukan hal tersebut.

Nah, supaya lebih jelas, simak penjelasan lengkap mengenai appraisal di bawah ini.

Apa Itu Appraisal?

apa itu appraisal

Appraisal adalah taksiran terhadap nilai properti maupun aset. Penilaian akan dilakukan oleh pihak ketiga guna memastikan kevalidan taksiran yang akan diberikan. Taksiran dalam istilah appraisal ini merujuk pada sesuatu yang berwujud nyata. Contohnya rumah.

Apabila appraisal berhubungan dengan pihak bank, maka petugas bank akan melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap dokumen-dokumen yang telah dipersyaratkan sebelumnya. Untuk itu, kamu yang akan berurusan harus mengetahui terlebih dahulu.

Jika ditelusuri lebih mendalam, appraisal ini juga bisa disebut sebagai penilaian terhadap suatu objek nyata yang dijadikan agunan ketika mengajukan kredit pada pihak tertentu. Salah satu yang sering ditemui ialah ketika melakukan pengajuan kredit perumahan rakyat.

Mengingat bahwa agunan merupakan salah satu hal yang wajib dalam pengajuan kredit, maka appraisal akan selalu menyertainya.

Oleh sebab itu, sebelum memutuskan untuk melakukan kredit, pastikan bahwa agunan sudah tersedia dan siap untuk diappraisal.

Apa Syarat Dokumen Appraisal?

syarat dokumen appraisal

Proses appraisal sendiri membutuhkan syarat berupa dokumen yang harus dipenuhi pihak yang mengajukan kredit. Sifat dari persyaratan dokumen ini adalah wajib adanya. Dengan demikian, harus dipersiapkan selengkap mungkin agar prosesnya berjalan dengan lancar.

Adapun syara dokumen appraisal yang harus dipersiapkan di antaranya fotokopi identitas diri berupa KTP, SIM, paspor ataupun yang sejenisnya. Kemudian, juga perlu fotokopi akta nikah bagi kamu yang statusnya sudah menikah. Disusul oleh dokumen KK (Kartu Keluarga).

Tidak hanya itu, persyaratan lainnya yang juga perlu ialah berupa fotokopi slip gaji selama 3 bulan terakhir, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), rekening telepon, rekening listrik, sertifikat hak milik dan fotokopi buku tabungan.

Fotokopi sertifikat hak milik yang dimaksudkan di sini akan menjadi bukti dari jaminan yang diajukan bahwa kamu benar sebagai pemiliknya.

Dengan begitu, proses yang akan berjalan akan lebih mudah karena telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

Faktor Acuan Appraisal

faktor acuan appraisal

Segala sesuatu yang menyangkut penaksiran ataupun penilaian tentu harus memiliki acuan yang jelas. Demikian pula hal nya dengan appraisal ini. Pihak yang akan memberikan kredit atau pinjaman akan menggunakan dan memberitahu acuan yang digunakan dalam menilai.

Biasanya, banyak yang melakukan penaksiran suatu objek nyata semisal rumah dengan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak).

Nilai ini bisa ditemukan pada slip PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Namun hal in seringkali menimbulkan ketidaksesuaian dengan nilai seharusnya.

Dikarenakan NJOP tidak dapat dijadikan acuan, maka beralihlah pada dua pendekatan yakni pendekatan biaya dan pendekatan pasar.

Pendekatan biaya dilakukan dengan menjumlahkan nilai suatu bangunan, harga tanah dan juga fasilitas yang menyertainya.

Sementara itu, pendekatan pasar akan dilakukan oleh petugas dengan membandingkan harga rumah yang dijadikan agunan dengan harga rumah lainnya. dalam hal ini yang menjadi catatan adalah rumah yang diperbandingkan masih dalam spesifikasi yang sama.

Cara Meningkatkan Nilai Appraisal

cara meningkatkan appraisal

Bagi kamu yang ingin melakukan pinjaman atau kredit di bank, meningkatkan nilai appraisal memang menjadi hal lumrah yang seharusnya diusahakan.

Semakin tinggi nilai taksiran, tentu akan semakin baik rencana yang akan kamu lakukan ke depannya.

Oleh sebab itu pula lah, cara meningkatkan nilai appraisal merupakan suatu hal yang harus diketahui.

Salah satu cara yang paling masuk akal adalah dengan melakukan renovasi. Kamu bisa menyesuaikan dengan kondisi rumah yang akan kamu agunkan tersebut.

Tidak perlu direnovasi terlalu banyak. Pandailah mencari titik-titik atau bagian yang memang seharusnya butuh renovasi agar dapat berfungsi dengan baik.

Semakin baik tampilan rumah yang dijadikan agunan tentu akan semakin baik pula penilaian yang akan didapatkan.

Meski demikian, satu catatan penting yang harus selalu diingat adalah proses renovasi yang dilakukan harus diketahui oleh pihak yang akan memberikan appraisal.

Selain melakukan renovasi, pilihan lain untuk meningkatkan appraisal adalah dengan fungsi komersial.

Fungsi komersial yang dimaksud bisa saja berupa tempat usaha yang ada di depan rumah. Dengan begitu, sedikit banyaknya mampu memberikan gambaran mengenai kesanggupan kamu dalam membayar biaya angsuran yang akan dibebankan ke depannya.

Melalui cara-cara ini, sudah seharusnya kamu menjadi lebih bijak untuk meningkatkan appraisal dari agunan yang diajukan.

Jangan lupa juga, untuk memahami secara lebih lengkap mengenai appraisal dan segala dokumen persyaratannya.

Leave a Reply